Tindakan Pada Saat Terjadi Bencana Alam dan Setelah Terjadi Bencana Alam

Tindakan Saat Gempa Bumi

Sebagian besar dari kita akan panik saat terjadi gempa bumi. Ibu-ibu berteriak, ”Gempa . . . Gempa.” Sementara itu bapak memukul kentungan atau apa pun sebagai tanda terjadinya gempa. Desa atau kota pun akan terdengar gemuruh karena kepanikan orang-orang. Kepanikan tersebut bisa jadi mengurangi kewaspadaan. Orang menjadi bingung dengan langkah yang akan diambilnya. Mereka kadang berlari-lari ke sana kemari mengikuti kemauan orang.

Saat tiba-tiba lampu atau benda-benda di sekitar rumahmu bergoyang, bisa jadi itu tanda atau gejala terjadinya gempa. Apabila kamu merasakan adanya getaran atau melihat hal itu, kamu harus segera menyelamatkan diri. Caranya sebagai berikut:

  1. Apabila kamu berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
  2. Apabila kamu di dalam ruangan rumahmu, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
  3. Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburuburu keluar rumah.
  4. Apabila kamu berada di luar rumah, hindarilah bangunan tinggi, papan reklame, atau tiang listrik. Bangunan-bangunan itu bisa roboh akibat gempa.
  5. Jangan berlindung di bawah pohon yang besar atau tinggi. Pohon juga bisa tumbang akibat getaran gempa.
  6. Selamatkan dirimu dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.
  7. Setelah gempa usai jangan buru-buru masuk ke rumah. Bisa jadi akan terjadi gempa susulan yang lebih besar.
  8. Tunggulah dengan tenang di tanah lapang, biarkan orang tuamu mencari informasi tentang gempa.
  9. Tindakan Saat Terjadi Tsunami

Tsunami diakibatkan oleh gempa bumi. Jarak waktu antara gempa dan tsunami biasanya 40 menit. Apabila kamu tengah berwisata di pantai atau rumahmu di pesisir, waspadalah saat merasakan getaran gempa. Amatilah dengan cermat air laut di pantai. Apabila tiba-tiba surut, kamu harus segera mencari tempat yang tinggi. Ajaklah orang tuamu segera meninggalkan kawasan itu beberapa saat. Pemerintah akan segera memberi informasi tentang kejadian yang sebenarnya.

Ingat! Tidak setiap gempa menyebabkan tsunami. Oleh karena itu, jangan takut berlibur ke pantai. Gempa bisa menyebabkan tsunami apabila getarannya sangat kuat di atas 6 skala Richter. Gempa ini akan mengakibatkan kerusakan hebat. Tsunami biasanya diawali surutnya air laut secara mendadak hingga dasar laut menjadi kelihatan. Selanjutnya, terdengar suara gemuruh dari arah laut. Ingat! Bukan suara ombak atau gelombang yang sering terdengar saat ditiup angin.

Tindakan Saat Gunung Api Meletus

Tanda atau gejala akan meletusnya sebuah gunung selalu diberitakan oleh pemerintah. Badan Vulkanologi senantiasa memantau aktivitas gunung api yang ada di Indonesia. Pemantauan dilakukan oleh pos-pos yang dipasang di kawasan gunung berapi.

Badan tersebut akan menentukan status gunung api yang meletus sesuai dengan kondisi aktivitas gunung. Misalnya status ”Waspada”, ”Siap”, atau ”Awas”. Setiap penentuan status oleh pemerintah harus diikuti dan dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini penting untuk mengurangi jumlah korban jiwa atau kerusakan.

Apabila gunung benar-benar meletus, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:

  1. Ajaklah orang tuamu untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
  2. Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
  3. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kamu bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
  4. Abu letusan berbahaya bagi tubuh. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.
  5. Patuhilah pedoman dan perintah dari instansi berwenang tentang upaya penanggulangan bencana. Jangan mudah terhasut untuk segera kembali ke rumah saat status masih dalam bahaya.

Tindakan Saat Terjadi Tanah Longsor

Tanah longsor bisa terjadi di lereng sebuah bukit atau pegunungan. Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Namun, sebetulnya pemerintah telah lama memetakan daerah-daerah yang rawan longsor. Apabila masyarakat mengetahui informasi dan mematuhinya maka jatuhnya korban bisa dikurangi.

Apabila kamu telah mendengar informasi mengenai gejala akan terjadinya tanah longsor, lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Waspadai turunnya hujan deras secara terus-menerus di kawasan bukit atau pegunungan di sekitarmu. Bencana tanah longsor sering terjadi karena banyaknya curah hujan di kawasan tersebut. Hal ini pernah terjadi di Tawangmangu, Karanganyar sebelum terjadi tanah longsor.
  2. Ajaklah orang tuamu untuk mengungsi ke tempat saudaramu yang jauh dari lokasi tersebut. Hal ini penting karena kita tidak bisa menduga datangnya tanah longsor.
  3. Rawat dan simpanlah dokumen-dokumen penting milikmu dan keluargamu. Pastikan dokumen itu mudah kamu bawa pergi seandainya harus mengungsi.
  4. Tetap tenanglah di tempat pengungsian sambil pantau berita yang pasti dari pemerintah setempat. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran mengenai bencana tersebut.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir

Bencana banjir sering terjadi pada musim hujan. Sebagian besar kota-kota di Indonesia terkena bencana banjir. Keteledoran kita dalam merawat lingkungan menyebabkan bencana banjir. Saat hujan turun dengan deras, air tidak mendapat saluran pembuangan. Air pun menggenangi daratan dan permukiman kita. Apabila air di sekitar tempat tinggalmu semakin tinggi, lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
  2. Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hati-hatilah saat melewati kabel-kabel atau benda-benda yang mengandung listrik.
  3. Untuk sementara waktu mungkin akan kesulitan air bersih. Namun, jangan coba minum atau mandi dengan air banjir. Kamu bisa sakit gatal dan terkena radang.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan

Angin topan atau puting beliung bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanda-tanda akan datangnya angin topan adalah adanya gumpalan awan yang gelap, besar, dan tinggi. Petir dan guruh terdengar menggelegar. Apabila kamu mendengar suara gemuruh dari kejauhan, segera lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Pusaran angin bisa masuk melalui lubang-lubang tersebut. Akibatnya bisa fatal, seluruh rumah bisa porak-poranda terbawa angin.
  2. Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
  3. Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. Biarkan orang tuamu mencari berita secara pasti tentang bencana tersebut.
  4. Tindakan Saat Terjadi Kebakaran Hutan

Hutan adalah kekayaan alam kita. Kebakaran yang terjadi pada hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah dan masyarakat di sekitar hutan mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengatasi kebakaran hutan.  Negara Indonesia telah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi bencana tersebut.

Wilayahmu mungkin jauh dari hutan. Namun, bukan berarti kita tidak peduli dengan musibah tersebut. Ada beberapa langkah yang harus kamu biasakan:

  1. Apabila kamu sedang berkemah, berhati-hatilah dalam menggunakan api. Tegur orang yang membuang puntung rokok secara sembarangan.
  2. Apabila kamu melihat api di hutan, usahakan untuk memadamkannya. Apabila apinya besar segera beri tahu petugas terdekat agar dipadamkan.
  3. Gunakan masker apabila kamu melewati hutan yang terbakar atau kawasan yang terkena kabut asap. Jangan panik dan patuhi petunjuk pimpinan rombonganmu.

Tindakan Setelah Terjadi Bencana Alam

Peran Pemerintah dalam Tanggap Darurat Bencana

Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera setelah terjadi bencana. Tujuannya untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan bencana. Pemerintah akan segera meneliti, menetapkan status bencana, dan melakukan evakuasi terhadap lokasi dan korban bencana.

Selain itu, pemerintah juga segera memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki sarana vital. Untuk daerah-daerah bencana biasanya segera dikirim tenda dan beragam bentuk bantuan pangan serta pakaian. Fasilitas air minum dan kebersihan juga segera diadakan oleh pemerintah. Hal ini untuk menghilangkan keresahan sosial.

Setelah terjadinya bencana, pemerintah segera melakukan rekonstruksi fisik dan mental korban. Perbaikan dilakukan menyangkut prasarana umum. Aktivitas pemerintahan dan pendidikan di daerah bencana juga segera diaktifkan kembali. Sementara itu masyarakat diberi kemudahan dalam pelayanan kesehatan.

Pemerintah juga memberikan dana bantuan untuk rekonstruksi perumahan penduduk. Dana diambil dari anggaran penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah. Bantuan kepada masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami warganya.

Peran Masyarakat dalam Tanggap Darurat Bencana

Masyarakat korban bencana biasanya menerapkan langkah-langkah darurat sendiri. Secara swadaya mereka mendirikan posko-posko, tenda darurat, atau dapur umum. Tanpa dikomando, para ibu menyediakan makanan untuk bersama. Masyarakat juga mengadakan penjagaan terhadap rumah-rumah yang terkena bencana.

Beberapa saat setelah terjadi bencana, biasanya ada anggota masyarakat yang menjadi relawan. Relawan biasanya menyumbang dana, tenaga, atau menyediakan fasilitas umum. Tanpa disuruh atau dibayar para relawan dengan sekuat tenaga membantu korban bencana.

 

Salah satu dampak bencana adalah munculnya ikatan solidaritas masyarakat. Masyarakat di kota atau di desa bahu-membahu saling meringankan beban penderitaan. Semua merasa susah dan menderita. Tidak ada yang berpangku tangan. Bencana alam ternyata membawa hikmah terbentuknya kebersamaan.

error: Content is protected !!