Inilah Skema Alat Bantu Dengar yang Perlu Diketahui Pengguna

Para penyandang disabilitas seperti gangguan pendengaran akan menggunakan alat bantu dengar untuk dapat mendengar dengan baik. Di bawah ini merupakan skema alat bantu dengar yang biasa digunakan dalam rangkaian alat untuk membantu dalam penangkapan suara. Dijelaskan pula mekanisme kerja contoh alatnya, agar pengguna dapat memahami dengan baik, sebagai berikut:

Skema Umum Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar umumnya mempunyai ukuran yang cukup kecil sesuai dengan ukuran lubang telinga. Namun, alat bantu dengar memiliki cara kerja yang baik untuk membantu mendengar bagi penggunanya. Lalu, seperti apa mekanisme kerja dari alat bantu dengar itu?

Alat bantu dengar memiliki cara kerja yaitu memperkuat sinyal suara yang datang dari luar. Kemudian sinyal suara tersebut diperbesar oleh alat sehingga penggunanya dapat mendengar suara tersebut dengan jelas. Di dalam alat bantu dengar terdapat beberapa bagian atau komponen penyusun alat yang memiliki fungsi tertentu.

Diketahui juga bahwa alat bantu dengar terdiri dari dua jenis yaitu yang berbentuk analog dan digital. Versi analog akan mengkonversi gelombang suara yang diterima ke dalam sinyal elektrik yaitu berupa amplifer. Alat bantu jenis analog ini mempunyai program yang telah diatur lebih dari satu yang saling berkaitan.

Lalu ada juga alat bantu dengar jenis digital. Cara kerjanya adalah mengkonversi gelombang suara menjadi kode angka yang bersifat khusus. Kode tersebut berisi informasi mengenai tingkat kebisingan yang dapat diatur frekuensinya.

Contoh Penerapan Skema Pada Alat Bantu Dengar

Berikut ini adalah contoh penerapan skema alat bantu dengar pada beberapa jenis alatnya. Terdapat 3 jenis alat dengan cara penggunan yang berbeda namun dengan prinsip yang sama. Simak ulasannya berikut ini.

1. Behind the Ear

Pada alat bantu model BTE, terdapat 6 komponen penting secara umum yang perlu diketahui. Komponen tersebut adalah earmold, ear hook,amplifier, speaker, mikrofon dan baterai. Masing-masing mempunyai peletakan khusus yang disesuaikan.

Dimulai dari komponen seperti amplifier, speaker, mikrofon dan baterai diletakkan dalam satu wadah seperti tabung yang dibuat khusus.  Lalu earmold yang dipasang di telinga dan ear hook yang menghubungkan earmold dengan komponen yang diletakkan di belakang telinga. Alat seperti ini paling umum digunakan jika dibandingkan dengan jenis mesin bantu yang lain.

2. Receiver in the Canal

Jenis alat bantu mendengar berikutnya yakni alat bantu yang berada dalam canal telinga atau disebut receiver in the canal. Bentuk dari alat ini mirip dengan alat model BTE atau behind the ear, namun ada perbedaan di antara keduanya. Speaker atau pengeras suara pada alat model receiver in the canal diletakkan di dalam lubang telinga.

Cara kerjanya pun sama, yaitu dengan mengeraskan suara yang diterima oleh telinga. Alat jenis ini memiliki posisi receiver yang berada di lubang telinga sehingga suara yang didengar lebih jelas. Lalu mempunyai respon frekuensi yang lebih baik. Namun alat ini tidak dapat bertahan lama karena menggunakan baterai yang kecil dan daya yang kecil sehingga harus sering diisi ulang.

3. Inside the Ear

Jenis alat yang ketiga yaitu inside the ear. Alat ini terdiri dari komponen yang masuk ke dalam telinga dan ada yang di luar telinga. Bentuknya pun dapat disesuaikan dengan ukuran telinga luar bagi seseorang yang akan menggunakannya.

Alat jenis ini tidak memiliki kabel sehingga tidak akan membuat penggunanya kerepotan dengan kabel yang tak teratur. Kelebihan lainnya adalah posisi mikrofon dan speaker berada dalam posisi yang sama. Namun, alat ini mempunyai baterai kecil yang menutupi telinga sehingga cukup mengganggu.

Itulah penjelasan tentang skema alat bantu dengar dan contoh penerapan pada beberapa jenis alatnya. Pengguna harus memahami bagaimana mekanisme kerja dari alat sehingga suara bisa terdengar dengan jelas. Untuk info lebih lanjut dapat kunjungi Aqm-hearingcenter.com.

error: Content is protected !!